Hallo, Selamat Datang!

HMTL UII

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Salam Lestari

Wednesday, September 29, 2021

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Press Release FOCUS 2021

 


Oleh : Muhammad Nafis Yassar (20513140)

Indonesia dengan penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi  mengakibatkan terus bertambahnya volume timbulan sampah pertahunnya. Tercatat, Indonesia  pada tahun 2020 menghasilkan sampah sebanyak 185.753 ton per hari atau sekitar 67,8 ton per tahun (KLHK, 2020). Hal tesebut diperparah dengan sistem pengelolaan sampah baik di TPS,  TPA maupun skala rumah tangga yang masih belum terstruktur. Indonesia sendiri memiliki  persentase sampah tidak terpilah yang cukup banyak sebesar 81% dan sisanya merupakan  sampah yang tercampur lagi dan ada pula yang dimanfaatkan. Kondisi ini menunjukkan  ketidakpeduliaan masyarakat Indonesia terhadap isu sampah menjadi sangat dominan, belum lagi  ditambah limbah medis yang jumlahnya terus meningkat sejak bulan Oktober 2020 sebesar  1.662,75 ton (KLHK). Permasalahan ini sesungguhnya dihadapi oleh masyarakat Indonesia  karena kurangnya support sistem dari pemerintah yang terstruktur dan juga pelaku dari  masyarakat kita sendiri yang masih kurang akan edukasi pengelolaan sampah yang benar. 

Seperti halnya limbah masker sekali pakai yang marak meningkat sejak pandemi covid 19 ini berlangsung, telah tercatat sejak April – Oktober 2020 lalu terdapat sebanyak 857,71 kg  limbah infeksius yang dihasilkan dari sampah rumah tangga, mayoritas limbah tersebut adalah  masker sekali pakai (DLH DKI Jakarta). Peristiwa tersebut tentunya menimbulkan dampak  kerugian baik bagi manusia, hewan, maupun lingkungan alam sekitarnya. Masker medis sekali  pakai yang kita kenal ini karena terbuat dari polipropilen (salah satu jenis plastik) maka akan  membutuhkan waktu ratusan tahun hanya untuk proses terurainya saja. Limbah masker tersebut  apabila berkeliaran bukan tidak mungkin bakal terbawa ke arus sungai dan laut yang akan  menyebabkan pencemaran air. Selain itu, limbah masker sekali pakai ini juga dapat menjerat  hewan yang mana dapat membawa kematian bagi mereka. Untuk mencegah hal ini kita perlu  adanya perubahan mindset dalam penggunaan masker sekali pakai dan limbah medis dengan cara  menggunakan masker kain yang bisa digunakan lebih dari sekali, juga dengan melakukan  aktivitas dalam rumah untuk meminimalisir penggunaan APD yang digunakan oleh petugas  medis.

Untuk meminimalisir limbah masker ini kita perlu melakukan aksi lesswaste. Aksi  lesswaste ini dapat kita mulai dengan mengganti penggunaan bahan plastic sekali pakai dengan  penggunaan starter kit. Starter kit yang digunakan adalah masker kain (bisa digunakan lebihdari sekali) selain itu kita juga bisa menggunakan tumblr isi ulang, misting (tempat makan),  godiebag, sapu tangan maupun ecobrick dengan tujuan untuk meminimalisir sampah agar tidak  banyak limbah yang dihasilkan. Lalu, lanjut ke tahap berikutnya kita dapat mengolah masker  sekali pakai dengan memilahnya terlebih dahulu bersama dengan sampah lain. Ini bertujuan agar  didapatkan sampah yang sesuai dengan jenisnya, hal ini diharapakan dapat mempermudah  petugas kebersihan dalam mengelola limbah berdasarkan tujuannya guna terciptanya Indonesia  sebagai negeri bersih yang bebas akan sampah.

0 komen:

Gedung FTSP UII, Jln. Kaliurang KM 14, Sleman, Yogyakarta
089619177940 (INFOKOM)
081242962809 (HUBLU)

SEND US A MESSAGE