Hallo, Selamat Datang!

HMTL UII

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Salam Lestari

Sunday, September 22, 2019

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

INDONESIA DARURAT ASAP


6 provinsi di Indonesia yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan berstatus siaga darurat kebakaran hutan. Sementara itu, provinsi dengan lahan terbakar paling banyak terjadi di Riau dan Kalimantan Tengah.
Kebakaran hutan dan lahan makin parah. Dalam sepekan, sekitar 110 hektare lahan gambut terbakar di Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Panajam Paser merupakan daerah yang akan menjadi ibu kota baru.
Foto Satelit Kalimantan yang diambil oleh NASA 
"Sampai kemarin, hari ke tujuh, perkiraan luas lahan gambut yang terbakar di Petung dan Desa Giripurwa kurang lebih 110 hektare," kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin, 16 September 2019.

Kondisi cuaca yang sangat buruk membuat Dinas Pendidikan daerah meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Mulai dari PAUD hingga SMA negeri dan swasta diliburkan demi menjaga kondisi kesehatan murid dan guru. 

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan munculnya kabut asap pekat. Kabut asap ini tak hanya dirasakan warga Indonesia, melainkan sampai ke negeri tetangga. Negara tetangga yang ikut terkena dampak karhutla adalah Malaysia dan Singapura. Bahkan Negeri Jiran sampai meradang hingga berencana mengirim surat ke Jokowi.
Langit Merah di Muaro Jambi akibat kabut asap
Kabut asap karhutla yang semakin menebal mulai membuat warga mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit. Menurut data, terdapat 20.000 warga yang terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Puskesmas atau pusat pelayan kesehatan lainnya juga penuh didatangi oleh warga yang terpapar kabut asap, mulai dari orangtua hingga anak-anak. Berikut merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah ISPA.
Langkah Pencegahan ISPA
Bagi masyarakat yang terkena dampak karhutla mungkin cukup sulit untuk menghindari asap pemicu ISPA. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, yaitu:
Hindari melakukan aktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap karhutla;
Jika terpaksa harus melakukan aktivitas di luar rumah, pastikan untuk menggunakan masker yang dilengkapi oleh filter udara, contohnya seperti masker N95;
Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan pengidap ISPA;
Bersihkan dan sterilisasi area yang disentuh orang lain dan seseorang yang diduga mengidap ISPA;
Menutupi mulut dan hidung saat bersin dan batuk;
Konsumsi makan makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh;
Rutin minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian;
Rajin mencuci tangan.



Editor : M Akbar Ardhiansyah

1 komen:

  1. Keren, artikel yang memuat isu lingkungan terus diupdate, mudah dipahami, ringan tapi berbobot. Sukses selalu HMTL UII! Salam Lestari!

    ReplyDelete

Gedung FTSP UII, Jln. Kaliurang KM 14, Sleman, Yogyakarta
085396069188 (INFOKOM)
081313057737 (HUBLU)

SEND US A MESSAGE