Hallo, Selamat Datang!

HMTL UII

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Salam Lestari

Wednesday, May 15, 2019

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

CLIMATE CHANGE AT A GLANCE

Menurut United Nations Framework Convention, perubahan iklim menunjuk pada adanya perubahan pada iklim yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu. 

Selubung alami GRK di atmosfer menjaga bumi cukup hangat untuk kehidupan – saat ini dalam taraf nyaman sebesar 15°C. Emisi GRK yang disebabkan oleh kegiatan manusia telah mengakibatkan adanya penebalan selubung tersebut, sehingga banyak panas yang terperangkap dan memicu timbulnya pemanasan global. Masalah yang kini dihadapi manusia adalah sejak dimulainya revolusi industri 250 tahun yang lalu, emisi GRK semakin meningkat dan menebalkan selubung GRK di atmosfer dengan laju peningkatan yang signifikan. Bahan bakar fosil adalah sumber emisi GRK terbesar dari aktivitas manusia. 

Sebelas dari dua belas tahun terakhir merupakan tahun-tahun terhangat dalam temperatur permukaan global sejak 1850. Tingkat pemanasan rata-rata selama lima puluh tahun terakhir hampir dua kali lipat dari rata-rata seratus tahun terakhir. 
Sumber : climatecentral.org
Saat ini dilaporkan tengah terjadi kenaikan muka laut dari abad ke-19 hingga abad ke-20, dan kenaikannya pada abad 20 adalah sebesar 0.17 meter. Pengamatan geologi mengindikasikan bahwa kenaikan muka laut pada 2000 tahun sebelumnya jauh lebih sedikit daripada kenaikan muka laut pada abad 20. 

Tutupan salju semakin sedikit di beberapa daerah, terutama pada saat musim semi. Sejak 1900, luasan maksimum daerah yang tertutup salju pada musim dingin/semi telah berkurang sekitar 7% pada Belahan Bumi Utara dan sungai-sungai akan lebih lambat membeku (5.8 hari lebih lambat daripada satu abad yang lalu) dan mencair lebih cepat 6.5 hari. 

Photo by : smithsonianmag.com
Fakta Singkat (Quick Fact) 

• Komunitas-komunitas kurang mampu adalah yang paling rentan terhadap dampak dari perubahan iklim. 
• Tinggi muka laut rata-rata global diproyeksikan naik sebesar 28-58 cm akibat adanya perluasan lautan dan pencairan gletser pada akhir abad 21 (dibandingkan dengan tinggi muka laut pada 1989-1999). 
• 20-30% spesies akan menghadapi resiko kepunahan lebih besar. 
• Akan terjadi gelombang panas yang lebih kuat, pola-pola angin baru, kekeringan yang semakin parah di beberapa daerah dan bertambahnya presipitasi di daerah lainnya. 
• Selama 100 tahun terakhir, temperatur permukaan bumi rata-rata naik sekitar 0.74°C. Jika konsentrasi GRK dominan di atmosfer, karbondioksida, meningkat dua kali lipat dari masa pra-industri, hal ini akan memacu pemanasan rata-rata mencapai 3°C.
• Lapisan es pada Benua Arktik rata-rata telah berkurang sebanyak 2.7% per dekade. 

Apa dampaknya bagi penduduk di benua Asia?

Lebih dari satu milyar orang dapat terpengaruh oleh adanya kekurangan persediaan air, terutama di lembah sungai-sungai besar pada 2050. Pencairan gletser di Himalaya, yang diprediksi akan meningkatkan kejadian banjir dan longsor, akan mempengaruhi sumber daya air pada dua hingga tiga dekade kedepan. Daerah pantai, terutama daerah mega-delta regions yang padat penduduk, akan beresiko terkena banjir akibat kenaikan muka laut, dan juga dari luapan sungai.

Apa yang dapat dilakukan dalam menghadapi Climate Change?

• Dengan menerapkan kebijakan ketat mengenai perubahan iklim, pemerintah dapat memperlambat dan menurunkan tren emisi dari grk ini, dan juga menstabilkan tingkat kandungan dari grk ini di atmosfer. 
• Menyebarluaskan teknologi efisien dan ramah lingkungan, juga menggunakan energi terbarukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
• Menerapkan konsep Green Building pada gedung-gedung seperti efisiensi penerangan dan pendingin ruangan.
• Menyediakan sistem transportas publik dan mempromosikan transportasi tak bermotor juga dapat mengurangi emisi.
• Dengan melakukan penanaman hutan baru, pengurangan GRK secara pasti dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah. 
• Pengurangan emsisi secara langsung dapat dilakukan dengan menggunakan gas yang dihasilkan dari pembuangan sampah, dan juga meningkatkan penerapan dan perencanaan manajemen air sampah pada tempat pembuangan akhir.

Berikut ini merupakan cara yang bisa kita lakukan dalam mendukung energi terbarukan



Sumber  : UNFCCC & Coaction.id
Editor    : M. Akbar Ardhiansyah

0 komen:

Gedung FTSP UII, Jln. Kaliurang KM 14, Sleman, Yogyakarta
085396069188 (INFOKOM)
081313057737 (HUBLU)

SEND US A MESSAGE