Hallo, Selamat Datang!

HMTL UII

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Salam Lestari

Monday, September 24, 2018

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sampah Plastik Samudera Pasifik Hampir Seluas Indonesia

            The Great Pacific Garbage, atau Kumpulan sampah plastik di Samudera Pasifik kini  telah meluas dengan ukuran yang tidak masuk akal. Kumpulan sampah-sampah plastik yang mengambang di lautan antara Hawaii dan California ini terus membesar hingga berukuran 1,6 juta km2.
            Luas hamparan sampah yang terapung ini hampir seluas daratan Indonesia (1,9 juta km2). Hal ini dilaporkan dalam jurnal Scientific Reports yang dipublikasikan oleh majalah Nature. Dalam studi tersebut disebutkan bahwa sampah di wilayah ini telah mengalami peningkatan sebesar 10 hingga 16 kali lebih banyak dari jumlah yang diduga sebelumnya. Satu hal yang menjadi fakta menyeramkan adalah bahwa sampah di sana tidak mengalami pengurangan. Bayangkan, apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.


            The Great Pacific Garbage ditemukan pertama kali pada tahun 1990-an, dan sampah-sampah tersebut berasal dari negara-negara di Lingkar Pacific (Pacific Rim) yang tersebar di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan ditambah Lebretan.
            The Great Pacific Garbaga bukan kumpulan plastik yang padat, melainkan terdiri dari 1,8 triliun bagian plastik. Sampah ini diperkirakan memiliki bobot 88 ribu ton, atau setara dengan 500 pesawat jet jumbo. Mikroplastik menyumbang 8 persen dari total jumlah plastik yang mengapung di area luas tersebut. Dari sekitar 1,8 triliun plastik, terdapat komponen yang lebih besar dari mikroplastik. Di antaranya seperti jaring ikan, mainan, hingga dudukan toilet.

Berikut ini adalah sejumlah penemuan dari penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC :
1.     99,9% puing yang terdapat Samudera Pasifik adalah sampah plastik.
2.     Setidaknya 46% di antaranya adalah jaring ikan, dan lebih dari tiga perempatnya adalah benda-benda berukuran kurang dari 5cm. Seperti plastik keras, lembaran plastik, dan CD.
3.     Banyak sampah yang sudah hancur dan menjadi benda-benda kecil. Meski begitu, bentuk awalsampah ini masih bisa diidentifikasi oleh para peneliti, misalnya kontainer, botol, tutup botol, tali pengikat, dan lain-lain.
4.     Dari 50 objek sampel yang diteliti, terdapat tulisan tahun pada benda-benda tersebut. Satu objek dari tahun 1977, tujuh objek berasal dari tahun 1980, 17 objek berasal dari tahun 1990, 24 objek berasal dari tahun 2000, dan satu objek berasal dari 2010.
5.     Hanya benda-benda yang tebal dan dari jenis tertentu yang mengapung di laut, yakni sampahyang terbuat dari polipropilen dan polietilena.
            Untuk meneliti tingkat keparahan polusi di Samudra Pasifik utara, sejumlah peneliti melakukan survei udara. Mereka juga berhasil mengumpulkan 652 jaring yang mengapung di sana. Setiap tahun, jutaan ton plastik berakhir di laut, beberapa hanyut ke dalam sistem pusaran arus laut yang besar yang dikenal sebagai gyres.
            Setelah terjebak dalam sirkulasi atau pusaran arus laut tersebut, plastik akan tercacah dan terurai menjadi mikroplastik yang tak telihat secara kasat mata. Mikroplastik ini akan tertelan oleh satwa laut. Dengan demikian, bisa saja manusia memakan satwa laut yang mengandung mikroplastik tersebut.


Source : National Geographic

0 komen:

Gedung FTSP UII, Jln. Kaliurang KM 14, Sleman, Yogyakarta
085396069188 (INFOKOM)
081313057737 (HUBLU)

SEND US A MESSAGE